Bentuk

Google Maps API untuk Android memberikan beberapa cara mudah untuk menambahkan bentuk ke peta agar dapat disesuaikan untuk aplikasi Anda.

  • Polyline adalah rangkaian segmen garis terhubung yang dapat menghasilkan bentuk apa pun yang Anda inginkan dan dapat digunakan untuk menandai jalur dan rute pada peta.
  • Polygon adalah bentuk tertutup yang dapat digunakan untuk menandai area pada peta.
  • Circle adalah proyeksi lingkaran yang akurat secara geografis pada permukaan Bumi yang digambar pada peta.

Untuk semua bentuk ini, Anda dapat menyesuaikan tampilannya dengan mengubah sejumlah properti.

Contoh kode

Tutorial tentang cara menambahkan poligon dan polyline untuk mewakili area dan rute mencantumkan semua kode untuk aplikasi Android sederhana.

Selain itu, repositori ApiDemos di GitHub berisi contoh yang menunjukkan penggunaan bentuk dan fiturnya:

Polyline

Class Polyline menentukan kumpulan segmen garis terhubung di peta. Objek Polyline terdiri dari kumpulan lokasi LatLng, dan membuat serangkaian segmen garis yang menghubungkan lokasi tersebut secara berurutan.

Video ini menggambarkan cara membantu pengguna mencapai lokasi yang mereka tuju, menggunakan polyline untuk menggambar jalur di peta.

Untuk membuat Polyline, pertama-tama buat objek PolylineOptions dan tambahkan titik-titik ke objek tersebut. Titik-titik tersebut mewakili titik di permukaan bumi, dan dinyatakan sebagai objek LatLng. Segmen garis digambar di antara titik-titik sesuai urutan Anda menambahkannya ke objek PolylineOptions. Untuk menambahkan titik ke objek PolylineOptions, panggil PolylineOptions.add(). Perhatikan bahwa metode ini menggunakan angka variabel parameter sehingga Anda dapat menambahkan beberapa titik sekaligus (Anda juga dapat memanggil PolylineOptions.addAll(Iterable<LatLng>) jika titik-titik tersebut sudah ada dalam daftar).

Kemudian, Anda dapat menambahkan polyline ke peta dengan memanggil GoogleMap.addPolyline(PolylineOptions). Metode ini mengembalikan objek Polyline yang dapat digunakan untuk mengubah polyline di lain waktu.

Cuplikan kode berikut mengilustrasikan cara menambahkan persegi panjang ke peta:

Java

// Instantiates a new Polyline object and adds points to define a rectangle
PolylineOptions polylineOptions = new PolylineOptions()
    .add(new LatLng(37.35, -122.0))
    .add(new LatLng(37.45, -122.0))  // North of the previous point, but at the same longitude
    .add(new LatLng(37.45, -122.2))  // Same latitude, and 30km to the west
    .add(new LatLng(37.35, -122.2))  // Same longitude, and 16km to the south
    .add(new LatLng(37.35, -122.0)); // Closes the polyline.

// Get back the mutable Polyline
Polyline polyline = map.addPolyline(polylineOptions);
      

Kotlin

// Instantiates a new Polyline object and adds points to define a rectangle
val polylineOptions = PolylineOptions()
    .add(LatLng(37.35, -122.0))
    .add(LatLng(37.45, -122.0)) // North of the previous point, but at the same longitude
    .add(LatLng(37.45, -122.2)) // Same latitude, and 30km to the west
    .add(LatLng(37.35, -122.2)) // Same longitude, and 16km to the south
    .add(LatLng(37.35, -122.0)) // Closes the polyline.

// Get back the mutable Polyline
val polyline = map.addPolyline(polylineOptions)
      

Untuk mengubah bentuk polyline setelah ditambahkan, Anda dapat memanggil Polyline.setPoints() dan memberikan daftar titik baru untuk polyline tersebut.

Anda dapat menyesuaikan tampilan polyline baik sebelum menambahkannya ke peta maupun setelah ditambahkan ke peta. Lihat bagian tentang menyesuaikan tampilan di bawah untuk detail lebih lanjut.

Peristiwa polyline

Secara default, polyline tidak bisa diklik. Anda dapat mengaktifkan dan menonaktifkan kemampuan diklik dengan memanggil Polyline.setClickable(boolean).

Gunakan OnPolylineClickListener untuk memantau peristiwa klik pada polyline yang dapat diklik. Untuk menetapkan pemroses ini pada peta, panggil GoogleMap.setOnPolylineClickListener(OnPolylineClickListener). Saat pengguna mengklik polyline, Anda akan menerima callback onPolylineClick(Polyline).

Poligon

Objek Polygon serupa dengan objek Polyline yang di dalamnya berisi rangkaian koordinat secara berurutan. Namun, bukannya dibuat terbuka, poligon didesain untuk mendefinisikan region dalam loop tertutup dengan bagian dalam yang diisi.

Anda dapat menambahkan Polygon ke peta dengan cara yang sama seperti menambahkan Polyline. Buat objek PolygonOptions terlebih dahulu dan tambahkan beberapa titik ke objek tersebut. Titik-titik ini akan membentuk garis luar poligon. Selanjutnya, tambahkan poligon ke peta dengan memanggil GoogleMap.addPolygon(PolygonOptions), yang akan mengembalikan objek Polygon.

Cuplikan kode berikut ini menambahkan persegi panjang ke peta (perhatikan, karena kita belum mendefinisikan warna pengisi, dan warna pengisi default adalah transparan, maka ini akan muncul sama persis dengan polyline dari cuplikan di bagian sebelumnya):

Java

// Instantiates a new Polygon object and adds points to define a rectangle
PolygonOptions polygonOptions = new PolygonOptions()
    .add(new LatLng(37.35, -122.0),
        new LatLng(37.45, -122.0),
        new LatLng(37.45, -122.2),
        new LatLng(37.35, -122.2),
        new LatLng(37.35, -122.0));

// Get back the mutable Polygon
Polygon polygon = map.addPolygon(polygonOptions);
      

Kotlin

// Instantiates a new Polygon object and adds points to define a rectangle
val rectOptions = PolygonOptions()
    .add(
        LatLng(37.35, -122.0),
        LatLng(37.45, -122.0),
        LatLng(37.45, -122.2),
        LatLng(37.35, -122.2),
        LatLng(37.35, -122.0)
    )

// Get back the mutable Polygon
val polygon = map.addPolygon(rectOptions)
      

Untuk mengubah bentuk poligon setelah ditambahkan, Anda dapat memanggil Polygon.setPoints() dan memberikan daftar titik baru untuk garis luar poligon.

Anda dapat menyesuaikan tampilan poligon baik sebelum menambahkannya ke peta maupun setelah ditambahkan ke peta. Lihat bagian tentang menyesuaikan tampilan di bawah untuk detail lebih lanjut.

Penyelesaian poligon otomatis

Poligon dalam contoh di atas terdiri dari lima koordinat, namun perhatikan bahwa koordinat pertama dan terakhir adalah lokasi yang sama, yang mendefinisikan loop. Namun dalam praktiknya, karena poligon menentukan area tertutup, Anda tidak perlu menentukan koordinat terakhir ini. Jika koordinat terakhir dan pertama berbeda, API akan secara otomatis "menutup" poligon dengan menambahkan koordinat pertama di akhir urutan koordinat.

Dua poligon di bawah ini setara, dan memanggil polygon.getPoints() untuk masing-masing poligon akan mengembalikan ke-4 titik.

Java

Polygon polygon1 = map.addPolygon(new PolygonOptions()
    .add(new LatLng(0, 0),
        new LatLng(0, 5),
        new LatLng(3, 5),
        new LatLng(0, 0))
    .strokeColor(Color.RED)
    .fillColor(Color.BLUE));

Polygon polygon2 = map.addPolygon(new PolygonOptions()
    .add(new LatLng(0, 0),
        new LatLng(0, 5),
        new LatLng(3, 5))
    .strokeColor(Color.RED)
    .fillColor(Color.BLUE));
      

Kotlin

val polygon1 = map.addPolygon(
    PolygonOptions()
        .add(
            LatLng(0.0, 0.0),
            LatLng(0.0, 5.0),
            LatLng(3.0, 5.0),
            LatLng(0.0, 0.0)
        )
        .strokeColor(Color.RED)
        .fillColor(Color.BLUE)
)
val polygon2 = map.addPolygon(
    PolygonOptions()
        .add(
            LatLng(0.0, 0.0),
            LatLng(0.0, 5.0),
            LatLng(3.0, 5.0)
        )
        .strokeColor(Color.RED)
        .fillColor(Color.BLUE)
)
      

Membuat poligon kosong

Beberapa jalur dapat digabungkan dalam satu objek Polygon untuk membuat bentuk yang kompleks, seperti cincin yang diisi, atau "donat" (dalam hal ini bidang poligonal muncul di dalam poligon sebagai "pulau"). Bentuk kompleks selalu merupakan komposisi dari beberapa jalur yang lebih sederhana.

Dua jalur harus didefinisikan dalam area yang sama. Bagian yang lebih besar dari dua region mendefinisikan bidang pengisian, dan merupakan poligon sederhana tanpa opsi tambahan. Kemudian, teruskan jalur kedua ke metode addHole(). Jika jalur kedua yang lebih kecil terkurung sepenuhnya oleh jalur yang lebih besar, jalur tersebut akan tampak seperti bagian poligon yang telah dihilangkan. Jika lubang berpotongan dengan garis luar poligon, poligon akan dirender tanpa pengisian.

Cuplikan di bawah ini akan membuat sebuah kotak, dengan lubang persegi panjang yang lebih kecil.

Java

List<LatLng> hole = Arrays.asList(new LatLng(1, 1),
    new LatLng(1, 2),
    new LatLng(2, 2),
    new LatLng(2, 1),
    new LatLng(1, 1));
Polygon hollowPolygon = map.addPolygon(new PolygonOptions()
    .add(new LatLng(0, 0),
        new LatLng(0, 5),
        new LatLng(3, 5),
        new LatLng(3, 0),
        new LatLng(0, 0))
    .addHole(hole)
    .fillColor(Color.BLUE));
      

Kotlin

val hole = listOf(
    LatLng(1.0, 1.0),
    LatLng(1.0, 2.0),
    LatLng(2.0, 2.0),
    LatLng(2.0, 1.0),
    LatLng(1.0, 1.0)
)
val hollowPolygon = map.addPolygon(
    PolygonOptions()
        .add(
            LatLng(0.0, 0.0),
            LatLng(0.0, 5.0),
            LatLng(3.0, 5.0),
            LatLng(3.0, 0.0),
            LatLng(0.0, 0.0)
        )
        .addHole(hole)
        .fillColor(Color.BLUE)
)
      

Peristiwa poligon

Secara default, poligon tidak dapat diklik. Anda dapat mengaktifkan dan menonaktifkan kemampuan diklik dengan memanggil Polygon.setClickable(boolean).

Gunakan OnPolygonClickListener untuk memantau peristiwa klik pada poligon yang dapat diklik. Untuk menetapkan pemroses ini pada peta, panggil GoogleMap.setOnPolygonClickListener(OnPolygonClickListener). Saat pengguna mengklik poligon, Anda akan menerima callback onPolygonClick(Polygon).

Lingkaran

Selain class Polygon generik, Maps API juga menyertakan class spesifik bagi objek Circle untuk menyederhanakan konstruksi.

Untuk membuat lingkaran, Anda harus menetapkan dua properti berikut:

  • center sebagai LatLng.
  • radius dalam meter.

Sebuah lingkaran kemudian didefinisikan sebagai serangkaian titik di permukaan Bumi yang berjarak radius meter dari center yang diberikan. Karena cara proyeksi Mercator yang digunakan oleh Maps API akan merender bola pada permukaan yang datar, ini akan tampak sebagai lingkaran hampir sempurna pada peta saat berada di dekat ekuator, dan akan tampak semakin bukan-melingkar (pada layar) saat lingkaran bergerak menjauh dari ekuator.

Cuplikan kode berikut menambahkan lingkaran ke peta dengan membuat objek CircleOptions dan memanggil GoogleMap.addCircle(CircleOptions):

Java

// Instantiates a new CircleOptions object and defines the center and radius
CircleOptions circleOptions = new CircleOptions()
    .center(new LatLng(37.4, -122.1))
    .radius(1000); // In meters

// Get back the mutable Circle
Circle circle = map.addCircle(circleOptions);
      

Kotlin

// Instantiates a new CircleOptions object and defines the center and radius
val circleOptions = CircleOptions()
    .center(LatLng(37.4, -122.1))
    .radius(1000.0) // In meters

// Get back the mutable Circle
val circle = map.addCircle(circleOptions)
      

Untuk mengubah bentuk lingkaran setelah ditambahkan, Anda dapat memanggil Circle.setRadius() atau Circle.setCenter() dan memberikan nilai baru.

Anda dapat menyesuaikan tampilan lingkaran baik sebelum menambahkannya ke peta maupun setelah ditambahkan ke peta. Lihat bagian tentang menyesuaikan tampilan di bawah untuk detail lebih lanjut.

Peristiwa lingkaran

Secara default, lingkaran tidak dapat diklik. Anda dapat mengaktifkan dan menonaktifkan kemampuan diklik dengan memanggil GoogleMap.addCircle() dengan CircleOptions.clickable(boolean), atau dengan memanggil Circle.setClickable(boolean).

Gunakan OnCircleClickListener untuk memantau peristiwa klik pada lingkaran yang dapat diklik. Untuk menetapkan pemroses ini pada peta, panggil GoogleMap.setOnCircleClickListener(OnCircleClickListener).

Saat pengguna mengklik lingkaran, Anda akan menerima callback onCircleClick(Circle), seperti yang ditunjukkan dalam contoh kode berikut:

Java

Circle circle = map.addCircle(new CircleOptions()
    .center(new LatLng(37.4, -122.1))
    .radius(1000)
    .strokeWidth(10)
    .strokeColor(Color.GREEN)
    .fillColor(Color.argb(128, 255, 0, 0))
    .clickable(true));

map.setOnCircleClickListener(new GoogleMap.OnCircleClickListener() {
    @Override
    public void onCircleClick(Circle circle) {
        // Flip the r, g and b components of the circle's stroke color.
        int strokeColor = circle.getStrokeColor() ^ 0x00ffffff;
        circle.setStrokeColor(strokeColor);
    }
});
      

Kotlin

val circle = map.addCircle(
    CircleOptions()
        .center(LatLng(37.4, -122.1))
        .radius(1000.0)
        .strokeWidth(10f)
        .strokeColor(Color.GREEN)
        .fillColor(Color.argb(128, 255, 0, 0))
        .clickable(true)
)
map.setOnCircleClickListener {
    // Flip the r, g and b components of the circle's stroke color.
    val strokeColor = it.strokeColor xor 0x00ffffff
    it.strokeColor = strokeColor
}
      

Menyesuaikan tampilan

Anda dapat mengubah tampilan bentuk baik sebelum menambahkannya ke peta (dengan menentukan properti yang diinginkan pada objek opsi) atau setelah ditambahkan ke peta. Pengambil juga diekspos untuk semua properti sehingga Anda bisa dengan mudah mengakses status bentuk saat ini.

Cuplikan berikut menambahkan polyline biru tebal dengan segmen geodesi dari Melbourne ke Perth. Bagian di bawah ini akan menjelaskan properti ini secara lebih detail.

Java

Polyline polyline = map.addPolyline(new PolylineOptions()
    .add(new LatLng(-37.81319, 144.96298), new LatLng(-31.95285, 115.85734))
    .width(25)
    .color(Color.BLUE)
    .geodesic(true));
      

Kotlin

val polyline = map.addPolyline(
    PolylineOptions()
        .add(LatLng(-37.81319, 144.96298), LatLng(-31.95285, 115.85734))
        .width(25f)
        .color(Color.BLUE)
        .geodesic(true)
)
      

Catatan: Walaupun kebanyakan diterapkan pada bentuk yang telah dijelaskan, sebagian properti mungkin tidak berlaku untuk bentuk tertentu (misalnya, Polyline tidak dapat memiliki warna pengisi karena tidak memiliki bagian dalam).

Warna guratan

Warna guratan adalah integer ARGB (alpha-red-green-blue) 32-bit yang menetapkan opasitas dan warna guratan bentuk. Tetapkan properti ini pada objek opsi bentuk dengan memanggil *Options.strokeColor() (atau PolylineOptions.color() dalam kasus polyline). Jika tidak ditentukan, warna guratan default adalah hitam (Color.BLACK).

Setelah bentuk ditambahkan ke peta, warna guratan dapat diakses dengan memanggil getStrokeColor() (atau getColor() untuk polyline) dan dapat diubah dengan memanggil setStrokeColor() (setColor() for a polyline).

Warna pengisi

Warna pengisi hanya berlaku untuk poligon dan lingkaran. Ini tidak berlaku pada polyline karena tidak memiliki interior yang ditentukan. Untuk poligon, region di dalam lubangnya bukanlah bagian dari bagian dalam poligon dan tidak akan diwarnai jika warna pengisi ditetapkan.

Warna pengisi adalah integer ARGB (alpha-red-green-blue) 32-bit yang menetapkan opasitas dan warna garis luar bentuk. Tetapkan properti ini pada objek opsi bentuk dengan memanggil *Options.fillColor(). Jika tidak ditentukan, warna guratan default adalah transparan (Color.TRANSPARENT).

Setelah bentuk ditambahkan ke peta, warna pengisi dapat diakses dengan memanggil getFillColor() dan dapat diubah dengan memanggil setFillColor().

Lebar guratan

Lebar guratan garis, sebagai float dalam piksel (px). Lebarnya tidak diskalakan jika peta di-zoom (yaitu, bentuk akan memiliki lebar guratan yang sama pada semua tingkat zoom). Tetapkan properti ini pada objek opsi bentuk dengan memanggil *Options.strokeWidth() (atau PolylineOptions.width() untuk polyline). Jika tidak ditetapkan, lebar guratan default adalah 10 piksel.

Setelah bentuk ditambahkan ke peta, lebar guratan dapat diakses dengan memanggil getStrokeWidth() (atau getWidth() untuk polyline) dan bisa diubah dengan memanggil setStrokeWidth() (setWidth() for a polyline).

Pola guratan

Pola guratan default adalah garis solid untuk polyline dan untuk garis luar poligon dan lingkaran. Anda dapat menentukan pola guratan khusus objek PatternItem, dengan setiap item berupa tanda hubung, titik, atau celah.

Contoh berikut menetapkan pola polyline ke urutan titik yang berulang, diikuti dengan celah sepanjang 20 piksel, tanda hubung sepanjang 30 piksel, dan celah lain sepanjang 20 piksel.

Java

List<PatternItem> pattern = Arrays.asList(
    new Dot(), new Gap(20), new Dash(30), new Gap(20));
polyline.setPattern(pattern);
      

Kotlin

val pattern = listOf(
    Dot(), Gap(20F), Dash(30F), Gap(20F)
)
polyline.pattern = pattern
      

Pola berulang sepanjang garis, dimulai dengan item pola pertama di verteks pertama yang ditentukan untuk bentuk.

Jenis sambungan

Untuk polyline dan garis luar poligon, Anda dapat menentukan JointType miring atau lingkaran untuk menggantikan jenis sambungan siku-siku tetap default.

Contoh berikut menerapkan jenis sambungan lingkaran ke polyline:

Java

polyline.setJointType(JointType.ROUND);
      

Kotlin

polyline.jointType = JointType.ROUND
      

Jenis sambungan memengaruhi lekukan internal dalam garis. Jika garis ini memiliki pola guratan yang menyertakan tanda pisah, jenis sambungan juga diterapkan jika tanda pisah membagi sambungan. Jenis sambungan tidak memengaruhi titik karena bentuknya tidak selalu bulat.

Batas garis

Anda dapat menentukan gaya Cap untuk setiap akhir polyline. Opsinya adalah kotak (default), persegi, bulat, atau bitmap kustom. Tetapkan gaya dalam PolylineOptions.startCap dan PolylineOptions.endCap, atau gunakan metode pengambil dan penyetel yang sesuai.

Cuplikan berikut menetapkan batas bulat di awal polyline.

Java

polyline.setStartCap(new RoundCap());
      

Kotlin

polyline.startCap = RoundCap()
      

Cuplikan berikut menentukan bitmap kustom untuk penutup akhir:

Java

polyline.setEndCap(
    new CustomCap(BitmapDescriptorFactory.fromResource(R.drawable.arrow), 16));
      

Kotlin

polyline.endCap = CustomCap(BitmapDescriptorFactory.fromResource(R.drawable.arrow), 16F)
      

Saat menggunakan bitmap kustom, Anda harus menentukan lebar guratan referensi dalam piksel. API menskalakan bitmap sebagaimana mestinya. Lebar guratan referensi adalah lebar guratan yang Anda gunakan saat mendesain gambar bitmap untuk penutup, pada dimensi asli gambar. Lebar guratan referensi default adalah 10 piksel. Petunjuk: Untuk menentukan lebar guratan referensi, buka gambar bitmap dengan zoom 100% di editor gambar, dan tetapkan lebar guratan garis yang diinginkan yang relatif terhadap gambar.

Jika Anda menggunakan BitmapDescriptorFactory.fromResource() untuk membuat bitmap, pastikan Anda menggunakan resource yang tidak tergantung pada kepadatan (nodpi).

Segmen geodesi

Setelan geodesi hanya berlaku pada polyline dan poligon. Ini tidak berlaku untuk lingkaran karena tidak didefinisikan sebagai kumpulan segmen.

Setelan geodesi menentukan bagaimana segmen garis di antara puncak poligon/poligon yang berurutan digambar. Segmen geodesi adalah segmen yang mengikuti jalur terpendek sepanjang permukaan Bumi (bola) dan sering muncul sebagai garis melengkung pada peta dengan proyeksi Mercator. Segmen non-geodesi digambar sebagai garis lurus pada peta.

Tetapkan properti ini pada objek opsi bentuk dengan memanggil *Options.geodesic(), dengan true menunjukkan segmen harus digambar sebagai geodesi dan false menunjukkan segmen harus digambar sebagai garis lurus. Jika tidak ditentukan, default-nya adalah segmen non-geodesi (false).

Setelah bentuk ditambahkan ke peta, setelan geodesi dapat diakses dengan memanggil isGeodesic() dan dapat diubah dengan memanggil setGeodesic().

Indeks Z

Indeks Z menentukan urutan tumpukan dari bentuk ini, yang relatif terhadap overlay lainnya (bentuk lain, overlay bumi, dan overlay ubin) pada peta. Overlay dengan indeks z tinggi digambar di atas overlay dengan indeks z yang lebih rendah. Dua overlay dengan indeks z sama akan digambar dalam urutan arbitrer.

Perhatikan bahwa penanda selalu digambar di atas overlay lain, terlepas dari indeks z overlay lainnya.

Tetapkan properti ini pada objek opsi bentuk dengan memanggil *Options.zIndex(). Jika tidak ditentukan, indeks z default-nya adalah 0. Setelah bentuk ditambahkan ke peta, indeks z dapat diakses dengan memanggil getZIndex() dan dapat diubah dengan memanggil setZIndex().

Visibilitas

Visibilitas menentukan apakah bentuk harus digambar pada peta, dengan true menunjukkan bahwa bentuk harus digambar dan false menunjukkan bahwa bentuk tidak boleh digambar. Ini memungkinkan Anda tidak menampilkan bentuk di peta untuk sementara waktu. Untuk menghapus bentuk secara permanen dari peta, panggil remove() pada bentuk tersebut.

Tetapkan properti ini pada objek opsi bentuk dengan memanggil *Options.visible(). Jika tidak ditentukan, visibilitas default-nya adalah true. Setelah bentuk ditambahkan ke peta, visibilitas dapat diakses dengan memanggil isVisible() dan dapat diubah dengan memanggil setVisible().

Mengaitkan data dengan bentuk

Anda dapat menyimpan objek data arbitrer dengan polyline, poligon, atau lingkaran menggunakan metode setTag() bentuk, dan mengambil objek menggunakan getTag(). Misalnya, panggil Polyline.setTag() untuk menyimpan objek data dengan polyline, dan panggil Polyline.getTag() untuk mengambil objek data.

Kode di bawah menentukan tag arbitrer (A) untuk polyline yang ditentukan:

Java

Polyline polyline = map.addPolyline((new PolylineOptions())
    .clickable(true)
    .add(new LatLng(-35.016, 143.321),
        new LatLng(-34.747, 145.592),
        new LatLng(-34.364, 147.891),
        new LatLng(-33.501, 150.217),
        new LatLng(-32.306, 149.248),
        new LatLng(-32.491, 147.309)));

polyline.setTag("A");
      

Kotlin

val polyline = map.addPolyline(
    PolylineOptions()
        .clickable(true)
        .add(
            LatLng(-35.016, 143.321),
            LatLng(-34.747, 145.592),
            LatLng(-34.364, 147.891),
            LatLng(-33.501, 150.217),
            LatLng(-32.306, 149.248),
            LatLng(-32.491, 147.309)
        )
)
polyline.tag = "A"
      

Berikut adalah beberapa contoh skenario terkait saat yang tepat untuk menyimpan dan mengambil data dengan bentuk:

  • Aplikasi Anda mungkin mengakomodasi berbagai jenis bentuk, dan sebaiknya perlakukan penanda tersebut secara berbeda saat pengguna mengkliknya.
  • Anda mungkin berinteraksi dengan sistem yang memiliki ID catatan unik, dengan bentuk yang merepresentasikan catatan khusus dalam sistem tersebut.
  • Data bentuk dapat menunjukkan prioritas untuk menentukan indeks z untuk bentuk.