Kamera dan Tampilan

Peta di Maps SDK for Android dapat dimiringkan dan diputar dengan gestur mudah, sehingga pengguna dapat menyesuaikan peta dengan orientasi yang mereka inginkan. Pada tingkat zoom apa pun, Anda dapat menggeser peta, atau mengubah perspektifnya dengan latensi sangat kecil berkat footprint yang lebih kecil pada ubin peta berbasis vektor.

Contoh kode

Repositori ApiDemos pada GitHub menyertakan contoh yang menunjukkan fitur kamera:

Pengantar

Seperti Google Maps di web, Maps SDK for Android menampilkan permukaan dunia (bola dunia) pada layar perangkat (bidang datar) Anda menggunakan proyeksi Mercator. Di arah timur dan barat, peta ini diulangi tanpa henti karena bumi berputar terus-menerus. Di arah utara dan selatan, peta dibatasi hingga sekitar 85 derajat utara dan 85 derajat selatan.

Catatan: Proyeksi Mercator memiliki lebar membujur yang terbatas, sedangkan ketinggian melintang tidak terbatas. Kami "memotong" citra peta dasar menggunakan proyeksi Mercator sekitar +/- 85 derajat untuk membentuk peta kotak untuk memudahkan logika pemilihan ubin.

Maps SDK for Android memungkinkan Anda mengubah sudut pandang pengguna peta dengan memodifikasi kamera peta.

Perubahan pada kamera tidak akan berpengaruh pada penanda, overlay, atau grafik lain yang telah ditambahkan, walau Anda mungkin perlu mengubah penambahan tersebut agar lebih cocok dengan tampilan baru.

Karena Anda dapat memproses gestur pengguna pada peta, Anda dapat mengubah peta sebagai respons terhadap permintaan pengguna. Misalnya, metode callback OnMapClickListener.onMapClick() akan merespons satu ketukan di peta. Karena metode ini menerima garis lintang dan garis bujur lokasi ketukan, Anda dapat merespons dengan menggeser atau melakukan zoom ke titik tersebut. Metode serupa tersedia untuk merespons ketukan pada balon penanda atau untuk merespons gestur tarik pada penanda.

Anda juga dapat memproses pergerakan kamera, sehingga aplikasi Anda menerima notifikasi saat kamera mulai bergerak, sedang bergerak, atau berhenti bergerak. Untuk mengetahui detailnya, lihat panduan untuk peristiwa perubahan kamera.

Bangunan 3D pada peta

Banyak kota, yang jika dilihat dari dekat, akan terlihat memiliki bangunan 3D, seperti yang terlihat pada foto Vancouver, Kanada, di bawah ini. Anda dapat menonaktifkan bangunan 3D dengan memanggil GoogleMap.setBuildingsEnabled(false).

Peta Vancouver, Kanada

Posisi kamera

Tampilan peta ini dimodelkan sebagai kamera yang sedang mengarah ke bawah pada bidang datar. Posisi kamera (dan rendering peta) ditetapkan oleh properti berikut: target (lokasi garis lintang/garis bujur), bearing, kemiringan, dan zoom.

Diagram properti kamera

Target (lokasi)

Target kamera adalah lokasi pusat peta, yang ditetapkan sebagai koordinat lintang dan bujur.

Bearing (orientasi)

Bearing kamera adalah arah yang ditunjuk garis vertikal pada peta, diukur dalam derajat searah jarum jam dari utara. Orang yang mengemudi mobil sering kali memutar peta jalan untuk menyesuaikannya dengan arah perjalanan mereka, sementara pejalan kaki yang menggunakan peta dan kompas biasanya mengarahkan peta agar garis vertikal menunjuk ke utara. Maps API memungkinkan Anda mengubah kesejajaran atau bearing peta. Misalnya, bearing 90 derajat menghasilkan peta yang arah atasnya menunjuk ke timur.

Kemiringan (sudut pandang)

Kemiringan menentukan posisi kamera pada busur yang berada tepat di atas posisi tengah peta dan permukaan Bumi, yang diukur dalam derajat dari titik nadir (arah yang menunjuk langsung ke bawah kamera). Jika Anda mengubah sudut pandang, peta akan muncul dalam perspektif, dengan fitur jauh terlihat lebih kecil, dan fitur dekat terlihat lebih besar. Ilustrasi berikut menunjukkan situasi ini.

Dalam gambar di bawah ini, sudut pandang adalah 0 derajat. Gambar pertama menampilkan skema ini; posisi 1 adalah posisi kamera, dan posisi 2 adalah posisi peta saat ini. Peta hasilnya ditampilkan di bawah ini.

Screenshot peta dengan kamera diposisikan pada sudut pandang 0 derajat, pada tingkat zoom 18.
Peta ditampilkan dengan sudut pandang default kamera.
Diagram yang menampilkan posisi default kamera, langsung di atas posisi peta, pada sudut 0 derajat.
Sudut pandang default kamera.

Dalam gambar di bawah ini, sudut pandang adalah 45 derajat. Perhatikan bahwa kamera tidak dimiringkan 45 derajat; sebaliknya, kamera bergerak sepanjang setengah busur antara garis lurus ke atas (0 derajat) dan garis tanah (90 derajat), ke posisi 3. Kamera masih menunjuk ke titik tengah peta, tetapi sekarang area yang ditunjukkan oleh garis pada posisi 4 menjadi terlihat.

Screenshot peta dengan kamera diposisikan pada sudut pandang 45 derajat, pada tingkat zoom 18.
Peta ditampilkan dengan sudut pandang 45 derajat.
Diagram yang menunjukkan sudut pandang kamera disetel ke 45 derajat, dengan tingkat zoom masih ditetapkan ke 18.
Sudut tampilan kamera 45 derajat.

Peta dalam screenshot ini tetap ditengahkan pada titik yang sama dengan peta asal, namun semakin banyak fitur yang muncul di bagian atas peta. Begitu Anda menaikkan sudut di atas 45 derajat, fitur antara kamera dan posisi peta akan tampak lebih besar secara proporsional, sedangkan fitur di luar posisi peta akan tampak lebih kecil secara proporsional, sehingga menghasilkan efek tiga dimensi.

Zoom

Tingkat zoom kamera menentukan skala peta. Pada tingkat zoom yang lebih besar, tampilan di layar akan lebih detail, sedangkan pada tingkat zoom yang lebih kecil, semakin luas bagian dunia yang bisa dilihat di layar. Pada tingkat zoom 0, skala peta diatur sedemikian rupa agar seluruh dunia memiliki lebar sekitar 256 dp (piksel kepadatan mandiri).

Menambah tingkat zoom sebanyak 1 akan menggandakan lebar dunia pada layar. Karena itu pada tingkat zoom N, lebar dunia sekitar 256 * 2N dp, yaitu, pada tingkat zoom 2, lebar keseluruhan dunia sekitar 1024 dp. Perhatikan bahwa tingkat zoom tidak perlu berupa integer. Rentang tingkat zoom yang diizinkan oleh peta bergantung pada sejumlah faktor termasuk lokasi, jenis peta, dan ukuran layar. Angka di luar rentang akan dikonversi ke nilai valid terdekat berikutnya yang bisa berupa tingkat zoom minimum atau tingkat zoom maksimum. Daftar berikut menampilkan perkiraan tingkat detail yang akan Anda lihat di setiap tingkat zoom:

  • 1: Dunia
  • 5: Daratan luas/benua
  • 10: Kota
  • 15: Jalan
  • 20: Bangunan

Gambar berikut menampilkan tampilan visual dari tingkat zoom yang berbeda:

Screenshot peta pada tingkat zoom 5
Peta pada tingkat zoom 5.
Screenshot peta pada tingkat zoom 15
Peta pada tingkat zoom 15.
Screenshot peta pada tingkat zoom 20
Peta pada tingkat zoom 20.

Catatan: Karena ukuran dan kepadatan layar, beberapa perangkat mungkin tidak mendukung tingkat zoom terendah. Gunakan GoogleMap.getMinimumZoomLevel() untuk mendapatkan tingkat zoom minimum yang dimungkinkan untuk peta. Jika Anda harus menampilkan seluruh dunia di area pandang, sebaiknya gunakan Mode Ringan.

Menggerakkan kamera

Maps API memungkinkan Anda mengubah bagian dunia mana yang terlihat pada peta. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah posisi kamera (bukan dengan menggerakkan peta).

Saat mengubah kamera, Anda memiliki opsi untuk menganimasikan gerakan kamera yang dihasilkan. Animasi disisipkan di antara atribut kamera saat ini dan atribut kamera baru. Anda juga dapat mengontrol durasi animasi.

Untuk mengubah posisi kamera, Anda harus menentukan arah kamera akan digerakkan, menggunakan CameraUpdate. Maps API memungkinkan Anda membuat berbagai jenis CameraUpdate menggunakan CameraUpdateFactory. Tersedia opsi-opsi berikut:

Mengubah tingkat zoom dan menetapkan zoom minimum/maksimum

CameraUpdateFactory.zoomIn() dan CameraUpdateFactory.zoomOut() memberi Anda CameraUpdate yang mengubah tingkat zoom sebesar 1,0 sekaligus mempertahankan semua properti lainnya pada tingkat yang sama.

CameraUpdateFactory.zoomTo(float) memberi Anda CameraUpdate yang mengubah tingkat zoom ke nilai yang diberikan sekaligus mempertahankan semua properti lainnya pada tingkat yang sama.

CameraUpdateFactory.zoomBy(float) dan CameraUpdateFactory.zoomBy(float, Point) memberi Anda CameraUpdate yang meningkatkan (atau menurunkan, jika nilainya negatif) tingkat zoom sebesar nilai yang diberikan. Yang disebut terakhir akan memperbaiki titik yang diberikan di layar sedemikian rupa agar tetap berada di lokasi yang sama (garis lintang/bujur) sehingga dapat mengubah lokasi kamera untuk mencapai hal itu.

Ini bisa membantu Anda menetapkan tingkat zoom minimum dan/atau maksimum yang disukai. Misalnya, ini berguna untuk mengontrol pengalaman pengguna jika aplikasi Anda menampilkan area yang didefinisikan di sekitar lokasi menarik, atau jika Anda menggunakan overlay ubin khusus dengan serangkaian tingkat zoom terbatas.

Java

private GoogleMap map;
    map.setMinZoomPreference(6.0f);
    map.setMaxZoomPreference(14.0f);
      

Kotlin

private lateinit var map: GoogleMap

    map.setMinZoomPreference(6.0f)
    map.setMaxZoomPreference(14.0f)
      

Perhatikan, ada pertimbangan teknis yang dapat mencegah API mengizinkan pengguna melakukan zoom terlalu rendah dan terlalu tinggi. Misalnya, satelit atau medan mungkin memiliki zoom maksimum yang lebih rendah daripada ubin peta dasar.

Mengubah posisi kamera

Ada dua metode praktis untuk perubahan posisi umum. CameraUpdateFactory.newLatLng(LatLng) memberi Anda CameraUpdate yang mengubah lintang dan bujur kamera sekaligus mempertahankan semua properti lainnya. CameraUpdateFactory.newLatLngZoom(LatLng, float) memberi Anda CameraUpdate yang mengubah lintang, bujur, dan zoom kamera sekaligus mempertahankan semua properti lainnya.

Untuk fleksibilitas penuh dalam mengubah posisi kamera, gunakan CameraUpdateFactory.newCameraPosition(CameraPosition) yang akan memberi Anda CameraUpdate yang menggerakkan kamera ke posisi yang diberikan. CameraPosition dapat diperoleh secara langsung, menggunakan new CameraPosition() atau dengan CameraPosition.Builder menggunakan new CameraPosition.Builder().

Menggeser (men-scroll)

CameraUpdateFactory.scrollBy(float, float) memberi Anda CameraUpdate yang mengubah lintang dan bujur kamera sehingga peta bergerak sebesar jumlah piksel yang ditentukan. Nilai x positif menyebabkan kamera bergerak ke kanan, sehingga peta tampak bergerak ke kiri. Nilai y positif menyebabkan kamera bergerak ke bawah, sehingga peta tampak bergerak ke atas. Sebaliknya, nilai x negatif menyebabkan kamera bergerak ke kiri, sehingga peta tampak bergerak ke kanan dan nilai y negatif menyebabkan kamera bergerak ke atas. Gerakan men-scroll tersebut sesuai dengan orientasi kamera saat ini. Misalnya, jika kamera memiliki bearing 90 derajat, maka arah timur adalah di "atas".

Menetapkan batas

Menetapkan batas peta

Terkadang ada baiknya memindahkan kamera sedemikian rupa agar seluruh area minat terlihat pada tingkat zoom terbaik. Misalnya, jika Anda menampilkan semua SPBU dalam jarak delapan km (lima mil) dari posisi pengguna saat ini, Anda mungkin perlu memindahkan kamera agar semuanya terlihat di layar. Caranya, pertama-tam hitung LatLngBounds yang Anda inginkan terlihat di layar. Kemudian, Anda dapat menggunakan CameraUpdateFactory.newLatLngBounds(LatLngBounds bounds, int padding) untuk memperoleh CameraUpdate yang mengubah posisi kamera sehingga LatLngBounds yang diberikan benar-benar pas dalam peta, dengan memperhitungkan padding (dalam piksel) yang ditetapkan. CameraUpdate yang ditampilkan akan memastikan celah (dalam piksel) di antara batas tertentu dan tepi peta setidaknya akan sebesar padding yang ditetapkan. Perhatikan, kemiringan dan bearing peta akan menjadi 0.

Java

LatLngBounds australiaBounds = new LatLngBounds(
    new LatLng(-44, 113), // SW bounds
    new LatLng(-10, 154)  // NE bounds
);
map.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLngBounds(australiaBounds, 0));
      

Kotlin

val australiaBounds = LatLngBounds(
    LatLng((-44.0), 113.0),  // SW bounds
    LatLng((-10.0), 154.0) // NE bounds
)
map.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLngBounds(australiaBounds, 0))
      

Memusatkan peta dalam area

Dalam beberapa kasus, Anda dapat memusatkan kamera dalam batas, dan bukan menyertakan batas yang ekstrem. Misalnya, untuk menempatkan kamera di tengah sebuah negara sekaligus mempertahankan zoom yang konstan. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan metode serupa, dengan membuat LatLngBounds dan menggunakan CameraUpdateFactory.newLatLngZoom(LatLng latLng, float zoom) dengan LatLngBounds.Metode getCenter(). Metode getCenter() akan menampilkan pusat geografis LatLngBounds.

Java

LatLngBounds australiaBounds = new LatLngBounds(
    new LatLng(-44, 113), // SW bounds
    new LatLng(-10, 154)  // NE bounds
);
map.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLngZoom(australiaBounds.getCenter(), 10));
      

Kotlin

val australiaBounds = LatLngBounds(
    LatLng((-44.0), 113.0),  // SW bounds
    LatLng((-10.0), 154.0) // NE bounds
)
map.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLngZoom(australiaBounds.center, 10f))
      

Kelebihan metode ini, newLatLngBounds(boundary, width, height, padding) memungkinkan Anda menetapkan lebar dan tinggi dalam piksel untuk persegi panjang, dengan maksud agar persegi panjang tersebut sesuai dengan dimensi peta. Persegi panjang ini diposisikan agar bagian tengahnya sama dengan bagian tengah tampilan peta (sehingga jika dimensi yang ditetapkan sama dengan dimensi tampilan peta, maka persegi panjang berimpit dengan tampilan peta). CameraUpdate yang dikembalikan akan memindahkan kamera sehingga LatLngBounds yang ditetapkan berada di tengah layar dalam persegi panjang tertentu pada tingkat zoom tertinggi, dengan mempertimbangkan padding yang diperlukan.

Catatan: Hanya gunakan metode yang lebih sederhana newLatLngBounds(boundary, padding) untuk membuat CameraUpdate jika akan digunakan untuk memindahkan kamera setelah peta diberi tata letak. Selama tata letak, API menghitung batas tampilan peta yang diperlukan untuk memproyeksikan kotak pembatas dengan benar. Sebagai perbandingan, Anda dapat menggunakan CameraUpdate yang ditampilkan dengan metode yang lebih kompleks, newLatLngBounds(boundary, width, height, padding), kapan saja, bahkan sebelum peta diberi tata letak, karena API menghitung batas tampilan dari argumen yang Anda teruskan.

Membatasi pengguna menggeser ke area tertentu

Dalam skenario di atas, Anda menetapkan batas peta, namun pengguna kemudian dapat men-scroll atau menggeser di luar batas tersebut. Sebagai gantinya, Anda dapat memaksa batas tengah lat/lng titik fokus peta (target kamera) sehingga pengguna hanya dapat men-scroll dan menggeser dalam batas tersebut. Misalnya, aplikasi retail untuk pusat perbelanjaan atau bandara ingin memaksa peta pada batas tertentu, yang mengizinkan pengguna untuk men-scroll dan menggeser dalam batas tersebut.

Java

// Create a LatLngBounds that includes the city of Adelaide in Australia.
LatLngBounds adelaideBounds = new LatLngBounds(
    new LatLng(-35.0, 138.58), // SW bounds
    new LatLng(-34.9, 138.61)  // NE bounds
);

// Constrain the camera target to the Adelaide bounds.
map.setLatLngBoundsForCameraTarget(adelaideBounds);
      

Kotlin

// Create a LatLngBounds that includes the city of Adelaide in Australia.
val adelaideBounds = LatLngBounds(
    LatLng(-35.0, 138.58),  // SW bounds
    LatLng(-34.9, 138.61) // NE bounds
)

// Constrain the camera target to the Adelaide bounds.
map.setLatLngBoundsForCameraTarget(adelaideBounds)
      

Diagram berikut mengilustrasikan skenario saat target kamera dibatasi pada area yang sedikit lebih besar dari area pandang. Pengguna dapat men-scroll dan menggeser, asalkan target kamera tetap berada dalam area yang dibatasi tersebut. Tanda silang menyatakan target kamera:

Diagram yang menampilkan LatLngBounds kamera lebih besar dari area pandang.

Peta selalu mengisi area pandang, bahkan jika hasil di area pandang menampilkan area yang berada di luar batas yang ditetapkan. Misalnya, jika Anda memosisikan target kamera pada sudut area yang dibatasi, area di luar sudut tetap terlihat dalam area pandang, tetapi pengguna tidak dapat men-scroll ke area tersebut. Diagram berikut mengilustrasikan skenario ini. Tanda silang menyatakan target kamera:

Diagram yang menampilkan target kamera diposisikan di sudut kanan bawah LatLngBound kamera.

Dalam diagram berikut, target kamera memiliki batas yang sangat terbatas, sehingga menawarkan sangat sedikit peluang bagi pengguna untuk men-scroll atau menggeser peta. Tanda silang menyatakan target kamera:

Diagram yang menampilkan LatLngBound kamera yang lebih kecil dari area pandang.

Memperbarui tampilan kamera

Untuk menerapkan CameraUpdate ke peta, Anda dapat menggerakkan kamera seketika atau menganimasikan kamera secara halus. Untuk memindahkan kamera seketika dengan CameraUpdate yang diberikan, Anda dapat memanggil GoogleMap.moveCamera(CameraUpdate).

Anda dapat membuat pengalaman pengguna lebih menyenangkan, terutama untuk gerakan pendek, dengan menganimasikan perubahan tersebut. Untuk melakukannya, daripada memanggil GoogleMap.moveCamera, panggil GoogleMap.animateCamera. Peta akan berpindah secara halus ke atribut baru. Bentuk paling detail dari metode ini, GoogleMap.animateCamera(cameraUpdate, duration, callback), menawarkan tiga argumen:

cameraUpdate
CameraUpdate menjelaskan arah untuk menggerakkan kamera.
callback
Objek yang menerapkan GoogleMap.CancellableCallback. Antarmuka umum untuk menangani tugas ini menentukan dua metode `onCancel()` dan `onFinished()`. Untuk animasi, metode dipanggil dalam keadaan berikut:
onFinish()
Dipanggil jika animasi berjalan sampai selesai tanpa gangguan.
onCancel()

Dipanggil jika animasi dihentikan dengan memanggil stopAnimation() atau memulai gerakan kamera baru.

Atau, hal ini juga dapat terjadi jika Anda memanggil GoogleMap.stopAnimation().

duration
Durasi animasi yang diinginkan, dalam milidetik, sebagai int.

Cuplikan kode berikut mengilustrasikan beberapa cara umum untuk menggerakkan kamera.

Java

LatLng sydney = new LatLng(-33.88,151.21);
LatLng mountainView = new LatLng(37.4, -122.1);

// Move the camera instantly to Sydney with a zoom of 15.
map.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLngZoom(sydney, 15));

// Zoom in, animating the camera.
map.animateCamera(CameraUpdateFactory.zoomIn());

// Zoom out to zoom level 10, animating with a duration of 2 seconds.
map.animateCamera(CameraUpdateFactory.zoomTo(10), 2000, null);

// Construct a CameraPosition focusing on Mountain View and animate the camera to that position.
CameraPosition cameraPosition = new CameraPosition.Builder()
    .target(mountainView )      // Sets the center of the map to Mountain View
    .zoom(17)                   // Sets the zoom
    .bearing(90)                // Sets the orientation of the camera to east
    .tilt(30)                   // Sets the tilt of the camera to 30 degrees
    .build();                   // Creates a CameraPosition from the builder
map.animateCamera(CameraUpdateFactory.newCameraPosition(cameraPosition));
      

Kotlin

val sydney = LatLng(-33.88, 151.21)
val mountainView = LatLng(37.4, -122.1)

// Move the camera instantly to Sydney with a zoom of 15.
map.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLngZoom(sydney, 15f))

// Zoom in, animating the camera.
map.animateCamera(CameraUpdateFactory.zoomIn())

// Zoom out to zoom level 10, animating with a duration of 2 seconds.
map.animateCamera(CameraUpdateFactory.zoomTo(10f), 2000, null)

// Construct a CameraPosition focusing on Mountain View and animate the camera to that position.
val cameraPosition = CameraPosition.Builder()
    .target(mountainView) // Sets the center of the map to Mountain View
    .zoom(17f)            // Sets the zoom
    .bearing(90f)         // Sets the orientation of the camera to east
    .tilt(30f)            // Sets the tilt of the camera to 30 degrees
    .build()              // Creates a CameraPosition from the builder
map.animateCamera(CameraUpdateFactory.newCameraPosition(cameraPosition))