Me-markup Item Konten

Dengan menggunakan data terstruktur untuk me-markup konten, Anda membantu Google untuk lebih memahami konteks konten yang akan ditampilkan di Penelusuran dan dapat mendistribusikan konten kepada pengguna dengan lebih baik dari Penelusuran. Untuk itu Anda harus me-markup properti konten dan mengaktifkan tindakan, jika perlu. Hal ini menjadikan konten memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam hasil kaya. Untuk informasi lebih lanjut tentang hasil kaya, lihat Tentang Fitur Penelusuran. Untuk beberapa jenis konten, hasil kaya memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan konten Anda langsung dari Penelusuran.

Markup ini juga merupakan langkah pertama dalam menjadikan beberapa konten memenuhi syarat untuk daftar dan pratinjau daftar khusus host. Lihat Daftar Markup untuk mengetahui informasi selengkapnya.

Jenis konten yang memenuhi syarat

Beberapa jenis konten memenuhi syarat untuk ditampilkan di hasil kaya. CreativeWork adalah definisi jenis schema.org yang berlaku pada konten yang memenuhi syarat yang dibuat untuk dibaca, dilihat, didengarkan, atau penggunaan lainnya, seperti artikel berita, resep, dan video. Jenis konten lain, seperti listingan bisnis lokal dan produk, termasuk dalam kategori commerce, yang merupakan kategori kustom yang digunakan untuk menggambarkan jenis schema.org yang umumnya ditujukan untuk keperluan retail.

Tabel di bawah ini mencantumkan fitur yang didukung untuk setiap jenis konten.

Jenis Konten Fitur yang tersedia Catatan
Artikel

Carousel Artikel teratas

Hasil kaya

Carousel Artikel teratas mewajibkan publikasi konten di AMP. Untuk informasi lebih lanjut, lihat AMP dengan data terstruktur.
Bisnis Lokal Tindakan tempat Mewajibkan keikutsertaan yang eksplisit. Nyatakan minat.
Musik Tindakan musik Mewajibkan keikutsertaan yang eksplisit. Nyatakan minat.
Resep

Hasil kaya

Daftar khusus host

Ulasan Kartu ulasan kritikus
TV & Film Tindakan menonton Nyatakan minat.
Video Hasil kaya

Sisa dari dokumen ini menjelaskan cara menerapkan markup guna mengaktifkan fitur untuk berbagai jenis konten di atas. Untuk spesifikasi markup yang sebenarnya, lihat Creative Works (dimulai dengan Artikel) dan bagian Commerce (dimulai dengan Bisnis Lokal) dalam referensi untuk setiap jenis.

Me-markup properti konten

  1. Identifikasi jenis data dari tabel di atas yang mewakili konten Anda, dan lihat referensi markup untuk jenis tersebut guna menemukan properti wajib dan direkomendasikan untuk jenis itu.

    Anda dapat menambahkan markup untuk beberapa jenis konten ke dalam satu halaman konten HTML atau HTML AMP. Misalnya, artikel berita mungkin juga berisi video, sehingga Anda dapat menambahkan markup untuk kedua jenis konten itu agar halaman konten memenuhi syarat untuk carousel artikel teratas atau hasil kaya untuk video. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Tentang AMP di Google Penelusuran.

  2. Buat blok markup yang berisi, setidaknya, properti data terstruktur wajib untuk penyajian visual yang ingin Anda aktifkan di Penelusuran.

    Sebaiknya Anda menandai semua properti yang tersedia agar konten Anda disajikan secara optimal di Penelusuran. Referensi jenis data berisi beberapa contoh markup yang dapat disesuaikan.

    Contoh Markup Resep

  3. Sisipkan markup ini ke setiap halaman konten yang diinginkan agar memenuhi syarat untuk suatu fitur.

    Jika fitur memerlukan HTML AMP, itu berarti markup harus ditempatkan di dalam halaman konten.

  4. Uji markup menggunakan Fitur Pengujian Data Terstruktur.

    Fitur ini membantu memverifikasi bahwa markup valid untuk fitur yang ingin diaktifkan untuk konten Anda.

Memberikan tindakan

Saat pengguna menelusuri film atau acara TV di Google, mereka mungkin tertarik untuk mengambil tindakan atas konten tersebut—misalnya, menonton klip film di perangkat seluler, atau memesan reservasi di restoran. Jika situs atau aplikasi Anda dapat menangani tindakan ini, maka markup data terstruktur dapat memberi tahu Google tindakan mana yang Anda tangani dan untuk item apa. Selanjutnya Google dapat mengarahkan pengguna ke situs atau aplikasi Anda.

Bagaimana caranya?

Markup data terstruktur untuk konten yang mendukung tindakan terdiri dari dua kategori luas:

  • Markup konten—menjelaskan konten itu sendiri, dimulai dengan properti tingkat tinggi, kemudian properti untuk sub-jenis. Sebagai contoh, semua konten TV & Film menggunakan properti umum seperti name, URL, dan startDate. Di luar itu, properti lain menyediakan filter lebih lanjut, seperti apakah konten TV merupakan bagian dari sebuah episode, seri, atau season.
  • Markup tindakan—menetapkan properti tindakan, dimulai dengan properti tindakan wajib untuk sebagian besar konten, seperti jenis tindakan yang didukung konten, misalnya WatchAction atau OrderAction. Properti tindakan wajib lainnya mencakup elemen dari container target, seperti platform yang mendukung link ke konten, misalnya aplikasi Android atau iOS. Dari sana, Anda dapat mempersempit tindakan lebih lanjut, seperti ketentuan ketersediaan kapan tindakan dapat digunakan.

Referensi jenis data untuk setiap jenis yang memenuhi syarat mencantumkan properti untuk kategori konten ini dan tindakannya.

Google tidak menjamin bahwa data terstruktur Anda akan muncul dalam hasil penelusuran meskipun data terstruktur tersebut telah di-markup dan berhasil diekstrak sesuai dengan fitur pengujian. Berikut ini beberapa alasannya:

  • Data terstruktur tidak mewakili konten utama halaman, atau berpotensi menyesatkan.
  • Data terstruktur salah sedemikian rupa sehingga fitur pengujian tidak dapat membacanya.
  • Konten yang di-markup tersembunyi dari pengguna.

Membuat markup tindakan

Cara terbaik untuk membuat markup tindakan adalah dengan mendesain spesifikasi untuk konten Anda, dan membuat template markup atau framework berdasarkan spesifikasi tersebut. Kemudian, untuk setiap kemunculan konten itu, masukkan nilai ke template Anda dan sisipkan markup yang dihasilkan ke dalam halaman HTML. Misalnya, Anda telah menyematkan markup di halaman landing untuk film yang tersedia, seperti http://www.example.com/movies/forrest_gump. Langkah-langkah berikut menunjukkan proses dasar yang dapat Anda ikuti untuk merancang dan menerapkan markup tindakan.

  1. Tentukan properti konten yang relevan untuk konten Anda.

    Pertama, mulailah dengan jenis data dasar Anda, seperti TV & Film, atau Bisnis Lokal. Kemudian, tentukan filter lebih lanjut untuk penawaran Anda, seperti apakah konten TV hanya tersedia per episode, atau tersedia langganan untuk satu musim. Rangkai kolom yang relevan untuk spesifikasi Anda.

  2. Tentukan markup untuk tindakan itu sendiri.

    Semua jenis tindakan memiliki properti wajib, jadi Anda harus menentukannya. Daftar tindakan wajib dapat dilihat dalam tabel untuk setiap tindakan (seperti WatchActions). Selain properti tindakan wajib, Anda juga dapat memasukkan properti subkategori, seperti ReserveAction atau OrderAction untuk bisnis.

  3. Tentukan target dengan benar.

    Target adalah turunan dari potentialAction yang menentukan semua elemen dan nilai yang diperlukan untuk mendukung koneksi antara maksud pengguna dan respons konten. Saat memasukkan link ke konten melalui urlTemplate, gunakan URL yang sepenuhnya memenuhi syarat ke konten tertentu di situs atau aplikasi asli Android atau iOS. Anda juga harus menentukan dengan jelas platform yang mendukung setiap URL melalui properti potentialAction.target.actionPlatform. Untuk penjelasan tentang memasukkan link ke konten aplikasi dan memberikan asosiasi URL antara aplikasi dan situs Anda, lihat dokumen Firebase tentang Pengindeksan Aplikasi.

  4. Desain template.

    Gunakan salah satu contoh yang tersedia dari dokumen referensi untuk jenis konten Anda. Contoh ini dimuat langsung ke dalam fitur pengujian data terstruktur agar dapat dimodifikasi dan diverifikasi dengan mudah.

  5. Sisipkan markup ke halaman Anda.

    Setelah Anda menambahkan data terstruktur ke konten situs, Google akan menemukannya saat situs Anda diproses kembali (mungkin perlu beberapa lama sampai hasil kaya (sebelumnya disebut cuplikan kaya) muncul dalam hasil penelusuran, jika kami memilih untuk menampilkan hasil kaya untuk situs Anda).

  6. Uji markup menggunakan Fitur Pengujian Data Terstruktur.

    Lakukan langkah ini selama pengembangan dengan menempelkan markup ke dalam fitur. Setelah menayangkan halaman, Anda dapat memasukkan URL ke halaman guna memverifikasi markup untuk kedua kalinya.

Kirim masukan tentang...

Penelusuran
Penelusuran