Checklist Pra-peluncuran

Tempat mengelola Client ID Anda di Google Cloud Console

Fungsi pengelolaan Client ID Premium Plan tersedia di Cloud Console di bagian bawah halaman Kredensial Google Maps Platform, di Client D.

Area Client ID baru di halaman Kredensial

Tugas pengelolaan client ID lebih lanjut, termasuk otorisasi URL dan pengelolaan rahasia penandatanganan client ID, dapat diakses di halaman Client ID terpisah, dengan mengklik ikon edit di ujung kanan bagian Client ID.

Penting: Premium Plan Google Maps Platform tidak lagi tersedia untuk pendaftar atau pelanggan baru.

Memastikan tim Anda memiliki akses ke referensi yang diperlukan

Gunakan Google Cloud Console

Mengapa penting: Google Cloud Console memberi Anda akses ke informasi seperti laporan penggunaan, feed berita, dan referensi bagi developer. Yang lebih penting, Cloud Console memungkinkan Anda mengajukan kasus dukungan ke tim Dukungan Google Maps API jika mengalami masalah teknis selama pengembangan atau peluncuran.

Sebelum peluncuran, pastikan semua developer yang bertanggung jawab atas pemeliharaan aplikasi Anda memiliki akses ke Cloud Console. Jika mengalami masalah teknis, akses ke Cloud Console akan memungkinkan anggota tim Anda menghubungi dukungan dan juga memungkinkan tim dukungan kami menghubungi pemangku kepentingan yang tepat di organisasi Anda. Misalnya, tim dukungan mungkin perlu menghubungi organisasi Anda jika kami mendeteksi traffic yang tidak biasa atau perilaku yang berpotensi menghentikan fungsi aplikasi Anda. Memastikan kami dapat menghubungi developer yang tepat dapat menjadi faktor pembeda antara terjadinya penonaktifan layanan yang tidak diduga dan mencegahnya sebelum terjadi.

Berlangganan grup email notifikasi

Mengapa penting: Untuk memastikan Anda terus mengikuti kabar terbaru mengenai pengembangan dan perubahan pada Maps API, sebaiknya berlangganan satu atau beberapa grup email berikut:

Mengoptimalkan aplikasi Anda

Konfigurasi firewall untuk mengizinkan akses ke Layanan Google Maps Platform

Mengapa penting: Layanan Google Maps Platform menggunakan berbagai domain, beberapa di antaranya tidak termasuk dalam domain *google.com. Jika Anda berada di belakang firewall yang ketat, Anda harus mengizinkan akses ke domain yang digunakan oleh setiap layanan Maps API. Jika firewall Anda tidak mengizinkan akses ke domain ini, permintaan API akan gagal, yang bisa menghentikan fungsi aplikasi Anda. Lihat daftar lengkap domain yang digunakan oleh Maps API.

Kami tidak menyarankan pengelolaan pembatasan firewall berdasarkan alamat IP karena IP yang dikaitkan dengan domain ini tidak statis.

Catatan: Layanan Google Maps Platform menggunakan port 80 (http) dan 443 (https) untuk traffic masuk dan keluar. Layanan ini juga memerlukan permintaan GET, POST, PUT, DELETE, dan HEAD. Konfigurasi firewall Anda untuk mengizinkan traffic melalui port ini dan untuk mengizinkan permintaan, bergantung pada API dan kasus penggunaan.

Otorisasi domain SSL Anda untuk digunakan dengan Maps JavaScript API

Mengapa penting: Saat menggunakan Maps JavaScript API dengan domain SSL, Anda harus secara eksplisit memberi otorisasi domain HTTPS untuk memastikan permintaan Anda tidak ditolak. Perhatikan bahwa memberi otorisasi untuk domain http://yourdomain.com tidak otomatis mengaktifkan domain SSL-nya, yaitu https://yourdomain.com. Periksa daftar domain yang diberi otorisasi di Cloud Console dengan cara men-scroll ke bagian Client ID. Untuk memecahkan masalah terkait penggunaan API sisi klien dengan domain SSL, periksa apakah ada elemen halaman Anda yang dimuat melalui HTTP. Lihat panduan untuk pemecahan masalah otorisasi.

Pilih versi API yang tepat

Mengapa penting: Sebelum mengembangkan aplikasi, Anda harus mengetahui versi API mana yang sudah tidak digunakan lagi. Memilih untuk mengembangkan aplikasi dengan API selain versi yang tidak digunakan lagi akan menghemat waktu dan biaya pengembangan saat versi yang tidak digunakan lagi sudah tidak tersedia.

Yang terpenting, Anda harus memahami skema pembuatan versi yang digunakan oleh Maps JavaScript API, sehingga dapat menghindari penggunaan versi API yang tidak sesuai secara tidak sengaja di lingkungan Anda.

Misalnya, versi eksperimental API mungkin cocok digunakan di lingkungan pengujian atau pengembangan, tetapi kami sangat tidak menyarankan penggunaan versi eksperimental di lingkungan produksi. SLA kami hanya berlaku untuk versi API yang stabil, jadi sebaiknya hanya gunakan versi stabil di lingkungan produksi.

Lihat panduan untuk versi Maps JavaScript API.

Pilih desain sisi klien atau sisi server

Mengapa penting: Memilih pendekatan sisi klien atau sisi server merupakan keputusan arsitektural dan sangat penting bagi stabilitas dan skalabilitas aplikasi Anda. Umumnya, pendekatan sisi server digunakan untuk prapemrosesan dan pascapemrosesan data secara offline (yaitu di luar aplikasi Anda). Sementara itu, pendekatan sisi klien digunakan untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna (yaitu, memproses permintaan yang dikirimkan pengguna secara real time).

Men-deploy pendekatan sisi server saat pendekatan sisi klien seharusnya digunakan merupakan penyebab utama terlampauinya kuota dan menyebabkan aplikasi berhenti berfungsi. Sebaiknya pelajari strategi geocoding sebelum mendesain atau meluncurkan aplikasi yang bergantung pada panggilan sisi server.

Optimalkan penggunaan kuota

Mengapa penting: Memahami cara aplikasi Anda memakai kuota, yang disebut sebagai Kredit Maps API, akan membantu mengurangi jumlah pembayaran Anda. Misalnya, jika Anda menggunakan Maps JavaScript API, aplikasi Anda akan memakai Kredit Maps API untuk setiap beban peta. Lihat panduan untuk batas dan tarif penggunaan Premium Plan.

Kelola penggunaan kuota layanan web

Sebelum meluncurkan layanan, Anda harus memahami berbagai error yang terkait dengan kuota (misalnya, OVER_QUERY_LIMIT, User Rate Limit Exceeded), dan menyiapkan logika yang tepat untuk aplikasi Anda agar bisa merespons error tersebut jika kuota terlampaui. Mulailah dengan membaca FAQ batas penggunaan. Untuk informasi tentang kode status yang ditampilkan setiap API, baca panduan developer untuk API tersebut. Misalnya, lihat panduan untuk kode status Directions API. Memahami dan menerapkan konsep ini akan menekan kemungkinan aplikasi Anda melebihi kuota yang diperbolehkan, diblokir oleh Google, dan/atau berhenti berfungsi.

Lakukan pengujian beban pada aplikasi Anda

Mengapa penting: Gunakan pengujian beban aplikasi untuk memastikan aplikasi dapat menangani volume permintaan yang tinggi tanpa melebihi kuota untuk Maps API.

Meskipun Google Maps Platform dapat menangani volume traffic yang sangat tinggi, pengujian beban terhadap layanan Google yang aktif akan menyebabkan aplikasi Anda melebihi kuota yang diizinkan dan kemungkinan diblokir oleh Google. Anda juga bertanggung jawab atas biaya penggunaan yang ditimbulkan oleh pengujian beban.

Namun, pengujian beban pada aplikasi dapat memastikan bahwa aplikasi mampu menangani volume permintaan yang tinggi tanpa melebihi kuota untuk Maps API atau diblokir oleh Google. Untuk mencapai ini dengan aman, lakukan pengujian beban terhadap API rekaan (palsu)—layanan yang dapat menyerap jumlah permintaan yang tinggi—dan membalas permintaan dengan respons yang valid, tanpa melibatkan Google Maps Platform. Contoh: jika kuota untuk Geocoding API adalah 20 QPS (kueri per detik), pengujian beban pada aplikasi dapat memastikan bahwa aplikasi bisa menangani 600 QPS tanpa mengirim lebih dari 20 QPS ke Geocoding API.

Jika Anda berencana untuk melakukan pengujian beban yang signifikan, hubungi Dukungan Google untuk mendapatkan panduan, dan untuk memastikan Google mengetahui pengujian yang Anda rencanakan.