Missed the action at the 2018 Chrome Dev Summit? Catch up with our playlist on the Google Chrome Developers channel on YouTube. Watch now.

Referensi Analisis Jaringan

Temukan cara baru untuk menganalisis bagaimana pemuatan halaman Anda dalam referensi komprehensif fitur analisis jaringan Chrome DevTools.

Mencatat permintaan jaringan

Secara default, DevTools mencatat semua permintaan jaringan di panel Jaringan, selama DevTools terbuka.

Panel Jaringan.
Gambar 1. Panel Jaringan

Berhenti mencatat pemintaan jaringan

Untuk berhenti mencatat pemintaan:

  • Klik Stop recording network log Berhenti mencatat log
  jaringan di panel Jaringan. Panel Jaringan berubah menjadi abu-abu yang menandakan bahwa DevTools tidak mencatat permintaan lagi.
  • Tekan Command+E (Mac) atau Control+E (Windows, Linux) saat panel Jaringan dalam fokus.

Menghapus permintaan

Klik Clear Hapus di panel Jaringan untuk menghapus semua permintaan dari tabel Permintaan.

Tombol Hapus.
Gambar 2. Hapus, dikotaki warna biru

Menyimpan permintaan di seluruh pemuatan halaman

Untuk menyimpan permintaan di seluruh pemuatan halaman, centang kotak centang Preserve log di panel Jaringan. DevTools menyimpan semua permintaan hingga Anda menonaktifkan Preserve log.

Kotak centang Preserve Log.
Gambar 3. Kotak centang Preserve Log, dikotaki warna biru

Mengambil screenshot selama pemuatan halaman

Ambil screenshot untuk menganalisis apa yang dilihat pengguna saat mereka menunggu halaman Anda memuat.

Untuk mengaktifkan screenshot, klik Capture screenshots Ambil
screenshot di panel Jaringan. Panel Jaringan berubah menjadi biru ketika diaktifkan.

Muat ulang halaman saat panel Jaringan sedang fokus untuk mengambil screenshot.

Setelah gambar diambil, Anda dapat menindaklanjuti screenshot dengan cara berikut:

  • Arahkan kursor ke screenshot untuk melihat di titik mana screenshot itu diambil. Garis berwarna kuning muncul pada panel Ringkasan.
  • Klik thumbnail screenshot untuk memfilter permintaan yang muncul setelah screenshot diambil.
  • Klik dua kali pada thumbnail untuk memperbesar.
Mengarahkan kursor ke screenshot.
Gambar 4. Mengarahkan kursor ke screenshot. Garis vertikal berwarna kuning dalam panel Ringkasan dan Waterfall menunjukkan waktu screenshot diambil.

Mengulang permintaan XHR

Untuk mengulang permintaan XHR, klik kanan permintaan di tabel Permintaan dan pilih Replay XHR.

Memilih Replay XHR.
Gambar 5. Memilih Replay XHR

Mengubah perilaku pemuatan

Mengemulasikan pengunjung kali pertama dengan menonaktifkan cache browser

Untuk mengemulasikan bagaimana pengalaman pengguna kali pertama di situs Anda, centang Disable cache. DevTools menonaktifkan cache browser. DevTools secara lebih akurat mengemulasi pengalaman pengguna kali pertama, karena permintaan dilayani dari cache browser pada kunjungan berulang.

Kotak centang Nonaktifkan Cache.
Gambar 6. Kotak centang Nonaktifkan Cache, dikotaki warna biru

Menonaktifkan cache browser dari panel samping Kondisi Jaringan

Jika Anda ingin menonaktifkan cache saat bekerja di panel DevTools lain, gunakan panel samping Kondisi Jaringan.

  1. Buka panel samping Kondisi Jaringan.
  2. Centang atau hapus centang kotak centang Disable cache.

Menghapus cache browser secara manual

Untuk menghapus cache browser secara manual, klik kanan di mana saja di tabel Permintaan dan pilih Clear Browser Cache.

Memilih Clear Browser Cache.
Gambar 7. Memilih Clear Browser Cache

Mengemulasi secara offline

Ada kelas baru aplikasi web, yang disebut Progressive Web App, yang dapat berfungsi secara offline dengan bantuan pekerja layanan. Saat membuat aplikasi semacam ini, sebaiknya Anda menyimulasikan perangkat yang tidak memiliki koneksi data sesegera mungkin.

Centang Offline untuk mensimulasikan pengalaman jaringan yang sepenuhnya offline.

Kotak centang Offline
Gambar 8. Kotak centang Offline, dikotaki warna biru

Mengemulasi koneksi jaringan yang lambat

Mengemulasi 2G, 3G, dan kecepatan koneksi lainnya dari menu Network Throttling .

Menu Pembatasan Jaringan.
Gambar 9. Menu Pembatasan Jaringan, dikotaki warna biru

Anda dapat memilih dari berbagai preset, seperti 2G Bagus atau Reguler. Anda juga dapat menambahkan preset kustom Anda sendiri dengan membuka menu Pembatasan Jaringan dan memilih Custom > Add.

DevTools menampilkan ikon peringatan di samping tab Network untuk memperingatkan bahwa pembatasan diaktifkan.

Mengemulasi koneksi jaringan yang lambat dari panel samping Kondisi Jaringan

Jika Anda ingin membatasi koneksi jaringan saat bekerja di panel DevTools lainnya, gunakan panel samping Kondisi Jaringan.

  1. Buka panel samping Kondisi Jaringan.
  2. Pilih kecepatan koneksi yang Anda inginkan dari menu Network Throttling.

Menghapus cookie browser secara manual

Jika ingin menghapus cookie browser secara manual, klik kanan di mana saja di tabel Permintaan dan pilih Clear Browser Cookies.

Memilih Hapus Cookie Browser.
Gambar 10. Memilih Hapus Cookie Browser

Mengganti browser

Untuk mengganti browser secara manual:

  1. Buka panel samping Kondisi Jaringan.
  2. Hapus centang Select automatically.
  3. Pilih opsi browser dari menu, atau masukkan browser kustom dalam kotak teks.

Memfilter permintaan

Memfilter permintaan berdasarkan properti

Gunakan kotak teks Filter untuk memfilter permintaan berdasarkan properti, seperti domain atau ukuran permintaan.

Jika Anda tidak dapat melihat kotak teks, panel Filter mungkin tersembunyi. Lihat Menyembunyikan panel Filter.

Kotak teks Filter.
Gambar 11. Kotak teks Filter, dikotaki warna biru

Anda dapat menggunakan beberapa properti secara bersamaan dengan memisahkan setiap properti menggunakan spasi. Misalnya, mime-type:image/gif larger-than:1K menampilkan semua GIF yang lebih dari satu kilobyte. Filter multi-properti ini setara dengan operasi AND. Operasi OR saat ini tidak didukung.

Di bawah ini adalah daftar lengkap properti yang didukung.

  • domain. Hanya menampilkan resource dari domain yang ditetapkan. Anda dapat menggunakan karakter pengganti (*) untuk menyertakan beberapa domain. Misalnya, *.com menampilkan resource dari semua nama domain yang berakhiran .com. DevTools mengisi menu dropdown pelengkapan otomatis dengan semua domain yang dijumpainya.
  • has-response-header. Menampilkan resource yang berisi header respons HTTP yang sudah ditetapkan. DevTools mengisi menu dropdown pelengkapan otomatis dengan semua header respons yang dijumpainya.
  • is. Gunakan is:running untuk menemukan resource WebSocket.
  • larger-than. Menampilkan resource yang lebih besar dari ukuran yang ditetapkan, dalam byte. Menetapkan nilai 1000 adalah sama dengan menetapkan nilai 1k.
  • method. Menampilkan resource yang diambil melalui jenis metode HTTP yang ditetapkan. DevTools mengisi dropdown dengan semua metode HTTP yang dijumpainya.
  • mime-type. Menampilkan resource jenis MIME yang sudah ditentukan. DevTools mengisi otomatis menu dropdown dengan semua jenis MIME yang dijumpainya.
  • mixed-content. Menampilkan semua resource konten campuran (mixed-content:all) atau hanya yang sedang ditampilkan (mixed-content:displayed).
  • scheme. Menampilkan resource yang diambil melalui HTTP yang tidak dilindungi (scheme:http) atau HTTPS yang dilindungi (scheme:https).
  • set-cookie-domain. Menampilkan resource yang memiliki header Set-Cookie dengan atribut Domain yang cocok dengan nilai yang ditetapkan. DevTools mengisi pelengkapan otomatis dengan semua domain cookie yang dijumpainya.
  • set-cookie-name. Menampilkan resource yang memiliki header Set-Cookie dengan nama yang cocok dengan nilai yang ditetapkan. DevTools mengisi pelengkapan otomatis dengan semua nama cookie yang dijumpainya.
  • set-cookie-value. Menampilkan resource yang memiliki header Set-Cookie dengan nilai yang cocok dengan nilai yang ditetapkan. DevTools mengisi pelengkapan otomatis dengan semua nilai cookie yang dijumpainya.
  • status-code. Hanya menampilkan resource yang kode status HTTP-nya cocok dengan kode yang ditetapkan. DevTools mengisi menu dropdown pelengkapan otomatis dengan semua kode status yang dijumpainya.

Memfilter permintaan berdasarkan jenis

Untuk memfilter permintaan berdasarkan jenis permintaan, klik tombol XHR, JS, CSS, Img, Media, Font, Doc, WS (WebSocket), Manifest, atau Other (jenis lainnya yang tidak tercantum di sini) di panel Jaringan.

Jika Anda tidak dapat melihat tombol-tombol ini, panel Filter mungkin tersembunyi. Lihat Menyembunyikan panel Filter.

Untuk mengaktifkan beberapa jenis filter secara bersamaan, tahan Command (Mac) atau Control (Windows, Linux) lalu klik.

Menggunakan filter Jenis untuk menampilkan resource JS, CSS, dan Dok[umen]
.
Gambar 12. Menggunakan filter Jenis untuk menampilkan resource JS, CSS, dan Dok[umen].

Memfilter permintaan berdasarkan waktu

Klik dan seret ke kiri atau kanan pada panel Ringkasan untuk hanya menampilkan permintaan yang sedang aktif selama jangka waktu tersebut. Filter inklusif. Setiap permintaan yang aktif selama waktu yang disorot ditampilkan.

Memfilter permintaan apa pun yang tidak aktif sekitar 2500 milidetik.
Gambar 13. Memfilter permintaan apa pun yang tidak aktif sekitar 2500 milidetik

Menyembunyikan data URL

URL Data adalah file kecil yang disematkan ke dokumen lain. Permintaan yang Anda lihat di tabel Permintaan yang dimulai dengan data: adalah URL data.

Centang kotak centang Hide data URLs untuk menyembunyikan permintaan ini.

Kotak centang Sembunyikan URL Data.
Gambar 14. Kotak centang Sembunyikan URL Data

Mengurutkan permintaan

Secara default, permintaan di tabel Permintaan diurutkan berdasarkan waktu inisiasi, tetapi Anda dapat mengurutkan tabel menggunakan kriteria lain.

Mengurutkan berdasarkan kolom

Klik header dari kolom mana pun di Permintaan untuk mengurutkan permintaan berdasarkan kolom tersebut.

Mengurutkan berdasarkan fase aktivitas

Untuk mengubah bagaimana Waterfall mengurutkan permintaan, klik kanan pada header tabel Permintaan, arahkan kursor ke Waterfall, dan pilih salah satu dari opsi berikut:

  • Start Time. Permintaan pertama yang dimulai ada di bagian atas.
  • Response Time. Permintaan pertama yang mulai mendownload ada di bagian atas.
  • End Time. Permintaan pertama yang sudah selesai ada di bagian atas.
  • Total Duration. Permintaan dengan penyiapan koneksi terpendek dan permintaan/respons ada di bagian atas.
  • Latency. Permintaan yang menunggu waktu tersingkat untuk respons ada di bagian atas.

Deskripsi ini mengasumsikan bahwa setiap opsi diberi peringkat dari yang terpendek ke yang terpanjang. Mengklik header kolom Waterfall akan membalik urutan.

Mengurutkan Waterfall berdasarkan durasi total.
Gambar 15. Mengurutkan Waterfall berdasarkan durasi total. Bagian yang lebih terang dari setiap bilah adalah waktu yang dihabiskan menunggu. Bagian yang lebih gelap adalah waktu yang dihabiskan untuk mendownload byte.

Menganalisis permintaan

Selama DevTools terbuka, DevTools mencatat semua permintaan di panel Jaringan. Gunakan panel Jaringan untuk menganalisis permintaan.

Melihat log permintaan

Gunakan tabel Permintaan untuk melihat log dari semua permintaan yang dibuat ketika DevTools telah terbuka. Mengklik atau mengarahkan kursor ke permintaan akan memperlihatkan lebih banyak informasi tentang permintaan.

Tabel Permintaan.
Gambar 16. Tabel Permintaan, dikotaki warna biru

Tabel Requests menampilkan kolom berikut secara default:

  • Name. Nama file resource, atau ID untuk resource tersebut.
  • Status. Kode status HTTP.
  • Type. Jenis MIME dari resource yang diminta.
  • Initiator. Objek atau proses berikut dapat memulai permintaan:
    • Parser. Parser HTML Chrome.
    • Redirect. Pengalihan HTTP.
    • Script. Fungsi JavaScript.
    • Other. Beberapa proses atau tindakan lain, seperti menavigasi ke halaman melalui link atau memasukkan URL di kolom URL.
  • Size. Ukuran gabungan header respons beserta isi respons, sebagaimana dikirimkan oleh server.
  • Time. Durasi total, dari permulaan permintaan ke bagian akhir byte terakhir dalam respons.
  • Waterfall. Perincian visual setiap aktivitas permintaan.

Menambahkan atau menghapus kolom

Klik kanan header tabel Permintaan dan pilih opsi untuk menyembunyikan atau menampilkannya. Opsi yang ditampilkan saat ini memiliki tanda centang di sebelahnya.

Menambahkan kolom ke tabel Permintaan.
Gambar 17. Menambahkan kolom ke tabel Permintaan.

Menambahkan kolom khusus

Untuk menambahkan kolom khusus ke tabel Permintaan, klik kanan header tabel Permintaan dan pilih Response Headers > Manage Header Columns.

Menambahkan kolom khusus ke tabel Permintaan.
Gambar 18. Menambahkan kolom khusus ke tabel Permintaan.

Melihat waktu permintaan yang saling terkait

Gunakan Waterfall untuk melihat waktu permintaan yang saling terkait. Secara default, Waterfall diurutkan berdasarkan waktu mulai permintaan. Jadi, permintaan yang ada di sisi kiri dimulai lebih awal daripada permintaan yang ada di sisi kanan.

Lihat Mengurutkan berdasarkan fase aktivitas untuk melihat beragam cara dalam mengurutkan Waterfall.

Kolom Waterfall panel Permintaan.
Gambar 19. Kolom Waterfall panel Permintaan.

Menganalisis frame Koneksi WebSocket

Untuk melihat frame koneksi WebSocket:

  1. Klik URL koneksi WebSocket, di bawah kolom Name tabel Permintaan.
  2. Klik tab Frames. Tabel menampilkan 100 frame terakhir.

Untuk memuat ulang tabel, klik ulang nama koneksi WebSocket di bawah kolom Name pada tabel Permintaan.

Tab Frame.
Gambar 20. Tab Frame, dikotaki warna biru

Tabel berisi tiga kolom:

  • Data. Payload pesan. Jika berformat teks biasa, pesan ditampilkan di sini. Untuk opcode biner, kolom ini menampilkan nama dan kode opcode. Didukung opcode berikut: Frame Lanjutan, Frame Biner, Frame Tutup Koneksi, Frame Ping, dan Frame Pong.
  • Length. Panjang payload pesan, dalam byte.
  • Time. Waktu ketika pesan itu diterima atau dikirim.

Pesan diberi kode warna sesuai dengan jenisnya:

  • Pesan teks keluar berwarna hijau terang.
  • Pesan teks masuk berwarna putih.
  • Opcode WebSocket berwarna kuning terang.
  • Error berwarna merah terang.

Melihat pratinjau isi respons

Untuk melihat pratinjau isi respons:

  1. Klik URL permintaan, di bawah kolom Name pada tabel Permintaan.
  2. Klik tab Preview.

Tab ini sangat berguna untuk melihat gambar.

Tab Pratinjau
Gambar 21. Tab Pratinjau, dikotaki warna biru

Melihat isi respons

Untuk melihat isi respons ke permintaan:

  1. Klik URL permintaan, di bawah kolom Name pada tabel Permintaan.
  2. Klik tab Response.
Tab Respons.
Gambar 22. Tab Respons, dikotaki warna biru

Melihat header HTTP

Untuk melihat data header HTTP tentang permintaan:

  1. Klik URL permintaan, di bawah kolom Name pada tabel Permintaan.
  2. Klik tab Headers.
Tab Header.
Gambar 23. Tab Header, dikotaki warna biru

Melihat source header HTTP

Secara default, tab Header menampilkan nama header berdasarkan abjad. Untuk melihat nama header HTTP dalam urutan yang diterima:

  1. Buka tab Headers untuk permintaan yang Anda minati. Baca Melihat header HTTP.
  2. Klik view source, di samping bagian Request Header atau Response Header.

Melihat parameter string kueri

Untuk melihat parameter string kueri URL dalam format yang bisa dibaca manusia:

  1. Buka tab Headers untuk permintaan yang Anda minati. Baca Melihat header HTTP.
  2. Buka bagian Query String Parameters.
Bagian Parameter String Kueri.
Gambar 24. Bagian Parameter String Kueri, dikotaki warna biru

Melihat sumber parameter string kueri

Untuk melihat sumber parameter string kueri permintaan:

  1. Buka bagian Parameter String Kueri. Lihat Melihat parameter string kueri.
  2. Klik view source.

Melihat parameter string kueri yang dikodekan URL

Untuk melihat parameter string kueri dalam format yang dapat dibaca manusia, tetapi dengan mempertahankan encoding:

  1. Buka bagian Parameter String Kueri. Lihat Melihat parameter string kueri.
  2. Klik view URL encoded.

Melihat cookie

Untuk melihat cookie yang dikirim dalam header HTTP permintaan:

  1. Klik URL permintaan, di bawah kolom Name pada tabel Permintaan.
  2. Klik tab Cookies.

Baca Kolom untuk deskripsi setiap kolom.

Tab Cookie.
Gambar 25. Tab Cookie, dikotaki warna biru

Melihat perincian waktu permintaan

Untuk melihat perincian waktu permintaan:

  1. Klik URL permintaan, di bawah kolom Name pada tabel Permintaan.
  2. Klik tab Timing.

Lihat Pratinjau perincian waktu untuk cara yang lebih cepat mengakses data ini.

Lihat Tahap perincian waktu dijelaskan untuk informasi selengkapnya tentang setiap tahap yang Anda lihat di tab Waktu.

Tab Waktu.
Gambar 26. Tab Waktu, dikotaki warna biru

Berikut informasi selengkapnya tentang setiap tahap.

Baca Lihat perincian waktu untuk cara lain dalam mengakses tampilan ini.

Melihat pratinjau perincian waktu

Untuk melihat pratinjau perincian waktu permintaan, arahkan kursor ke entri permintaan di kolom Waterfall pada tabel Permintaan.

Baca Melihat perincian waktu permintaan untuk cara mengakses data ini tanpa harus mengarahkan kursor.

Melihat pratinjau perincian waktu permintaan.
Gambar 27. Melihat pratinjau perincian waktu permintaan

Tahap perincian waktu dijelaskan

Berikut informasi selengkapnya tentang setiap tahap yang Anda lihat di tab Waktu:

  • Queueing. Browser mengantrekan permintaan ketika:
    • Ada permintaan prioritas yang lebih tinggi.
    • Sudah ada enam koneksi TCP yang terbuka untuk asal ini, yang merupakan batasnya. Hanya berlaku untuk HTTP/1.0 dan HTTP/1.1.
    • Browser secara singkat mengalokasikan ruang di cache disk
  • Stalled. Permintaan dapat terhenti karena salah satu alasan yang dijelaskan di Queueing.
  • DNS Lookup. Browser mengatasi masalah alamat IP permintaan.
  • Proxy negotiation. Browser menegosiasikan permintaan dengan server proxy.
  • Request sent. Permintaan sedang dikirim.
  • ServiceWorker Preparation. Browser sedang memulai pekerja layanan.
  • Request to ServiceWorker. Permintaan dikirim ke pekerja layanan.
  • Waiting (TTFB). Browser menunggu byte pertama dari respons. TTFB adalah singkatan dari Time To First Byte. Waktu ini mencakup 1 kali round trip latensi waktu yang diperlukan server untuk menyiapkan respons.
  • Content Download. Browser menerima respons.
  • Receiving Push. Browser menerima data untuk respons ini melalui HTTP/2 Server Push.
  • Reading Push. Browser membaca data lokal yang diterima sebelumnya.

Melihat inisiator dan dependensi

Untuk melihat inisiator dan dependensi suatu permintaan, tahan Shift dan arahkan kursor ke permintaan pada tabel Permintaan. DevTools inisiatior berwarna hijau, dan dependensi berwarna merah.

Melihat inisiator dan dependensi permintaan.
Gambar 28. Melihat inisiator dan dependensi permintaan

Ketika tabel Permintaan disusun secara kronologis, permintaan hijau pertama di atas permintaan yang Anda arahkan kursor Anda adalah inisiator dari dependensi. Jika ada permintaan hijau lain di atasnya, permintaan yang lebih tinggi adalah inisiator dari inisiator tersebut. Dan seterusnya.

Melihat peristiwa pemuatan

DevTools menampilkan waktu peristiwa DOMContentLoaded dan load di beberapa tempat pada panel Jaringan. Peristiwa DOMContentLoaded berwarna biru, dan peristiwa load berwarna merah.

Lokasi peristiwa DOMContentLoaded dan load pada panel Jaringan.
Gambar 29. Lokasi peristiwa DOMContentLoaded dan load pada panel Jaringan

Melihat jumlah total permintaan

Jumlah total permintaan dicantumkan dalam panel Rangkuman, di bagian bawah panel Jaringan.

Perhatian: Jumlah ini hanya melacak permintaan yang tercatat sejak DevTools dibuka. Jika permintaan lain dilakukan sebelum DevTools dibuka, permintaan tersebut tidak dihitung.

Jumlah total permintaan sejak DevTools dibuka
Gambar 30. Jumlah total permintaan sejak DevTools dibuka

Melihat ukuran download total

Ukuran download total permintaan dicantumkan dalam panel Ringkasan, di bagian bawah panel Jaringan.

Perhatian: Jumlah ini hanya melacak permintaan yang tercatat sejak DevTools dibuka. Jika permintaan lain dilakukan sebelum DevTools dibuka, permintaan tersebut tidak dihitung.

Ukuran download total permintaan
Gambar 31. Ukuran download total permintaan

Baca Lihat ukuran resource yang tidak terkompresi untuk mengetahui ukuran resource setelah browser membuka kompresinya.

Melihat pelacakan tumpukan yang menyebabkan permintaan

Saat pernyataan JavaScript menyebabkan resource diminta, arahkan kursor ke kolom Initiator untuk melihat pelacakan tumpukan yang mengarah ke permintaan.

Pelacakan tumpukan mengarah ke permintaan resource
Gambar 32. Pelacakan tumpukan mengarah ke permintaan resource

Melihat ukuran resource yang tidak terkompresi

Klik Use Large Request Rows Gunakan Baris Permintaan
Besar lalu lihat nilai terendah pada kolom Size.

Contoh resource tidak terkompresi.
Gambar 33. Ukuran terkompresi file jquery-bundle.js yang dikirim melalui jaringan adalah 30.9 KB, sedangkan ukuran yang tidak terkompresi adalah 86.3 KB

Mengekspor data permintaan

Menyimpan semua permintaan jaringan ke file HAR

Untuk menyimpan semua permintaan jaringan ke file HAR:

  1. Klik kanan permintaan apa pun di tabel Permintaan.
  2. Pilih Save as HAR with Content. DevTools menyimpan semua permintaan yang telah dilakukan sejak Anda membuka DevTools ke file HAR. Tidak ada cara untuk memfilter permintaan, atau hanya menyimpan satu permintaan.

Setelah Anda mendapatkan file HAR, Anda dapat mengimpornya kembali ke DevTools untuk dianalisis. Cukup seret dan lepas file HAR ke dalam tabel Permintaan. Lihat juga HAR Analyzer.

Memilih Simpan sebagai HAR dengan Konten.
Gambar 34. Memilih Simpan sebagai HAR dengan Konten.

Menyalin satu atau lebih permintaan ke papan klip

Di bawah kolom Name pada tabel Permintaan, klik kanan permintaan, arahkan kursor ke Copy, dan pilih salah satu dari opsi berikut:

  • Copy Link Address. Salin URL permintaan ke papan klip.
  • Copy Response. Salin isi respons ke papan klip.
  • Copy as cURL. Salin permintaan sebagai perintah cURL.
  • Copy All as cURL. Salin semua permintaan sebagai rangkaian perintah cURL.
  • Copy All as HAR. Salin semua permintaan sebagai data HAR.
Memilih Salin Respons.
Gambar 35. Memilih Salin Respons

Mengubah tata letak panel Jaringan

Luaskan atau ciutkan bagian dari UI panel Jaringan untuk fokus pada hal yang penting bagi Anda.

Menyembunyikan panel Filter

Secara default, DevTools menampilkan panel Filter. Klik Filter Filter untuk menyembunyikannya.

Tombol Sembunyikan Filter
Gambar 36. Sembunyikan Filter, dikotaki warna biru

Menggunakan baris permintaan besar

Gunakan baris besar ketika Anda ingin lebih banyak spasi kosong di tabel permintaan jaringan Anda. Beberapa kolom juga menyediakan lebih banyak informasi ketika menggunakan baris besar. Misalnya, nilai terendah dari kolom Size adalah ukuran permintaan yang tidak terkompresi.

Contoh baris permintaan besar pada panel Permintaan.
Gambar 37. Contoh baris permintaan besar pada panel Permintaan

Klik Use large request rows Gunakan baris permintaan
besar untuk mengaktifkan baris besar.

Tombol Baris Permintaan Besar
Gambar 38. Baris Permintaan Besar, dikotaki warna biru

Menyembunyikan panel Ringkasan

Secara default, DevTools menampilkan panel Ringkasan. Klik Hide overview Sembunyikan ringkasan untuk menyembunyikannya.

Tombol Sembunyikan Ringkasan
Gambar 39. Sembunyikan Ringkasan, dikotaki warna biru

Masukan

Was this page helpful?